Home  > News > Memahami Kalibrasi Alat Kesehatan

Memahami Kalibrasi Alat Kesehatan

February 2,2016

Dalam menjaga pelayanan kesehatan dan upaya penyelenggaraan kesehatan untuk masyarakat, setiap alat kesehatan haruslah dilakukan perawatan dan pengecekan untuk menjamin bahwa alat kesehatan tersebut berfungsi dengan baik.

Hal ini sangat penting terutama untuk berbagai peralatan kesehatan di laboratorium yang setiap harinya dijalankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setiap pasiennya.

Salah satu cara dalam upaya menjamin agar setiap alat kesehatan berjalan baik ada proses kalibrasi yang merupakan proses verifikasi terhadap akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

Sedangkan menurut ISO/IEC Guide 17025, kalibrasi adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.

Dengan kata lain, kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang ada ke standar nasional dan/atau internasional.

Kegiatan kalibrasi ditujukan untuk menentukan kebenaran suatu alat ukur. Dengan kalibrasi ini diharapkan kerugian atau kesalahan yang terjadi akibat salah pengukuran atau penyimpangan penunjukan dan pembacaan pada alat ukur dapat dihindari.

Alat-alat kesehatan wajib dikalibrasi setidaknya setahun sekali. Pengujian, kalibrasi dan pengukuran paparan radiasi tersebut agar kinerja alat kesehatan terjamin ketepatannya, sehingga berbagai diagnosa hasil pemeriksaan tersebut dapat tepat dan tindakan-tindakan perawatan dapat ditentukan dengan tepat.

Metode kalibrasi yang digunakan biasanya mengacu pada referensi SNI (Standar Nasional Indonesia) maupun Internasional, misalnya OIML (Organization International Metrology Legal), EA (European co-operation for Accreditation), ECRI (Emergency Care Research Institute), AAMI (Association for the Advancement of Medical Instrumentation), IEC (International Electrotechnical Commision).

Melalui penjelasan di atas tentu Anda pun bisa memahami pentingnya kalibrasi untuk menjaga agar setiap hasil pemeriksaan pasien, khususnya yang menggunakan alat-alat pengujian dan pengukuran yang dibeli dari e-katalog alat kesehatan  dapat memberikan hasil yang tepat.

 

 

Sumber:

- mutumed.co.id/mutumed/berita-171-pengertian-dan-cara-kalibrasi-alat-kesehatan-.html

- binfar.kemkes.go.id/bmsimages/1373268387.pdf