Home  > News > Kegunaan Alat Kesehatan Defibrillator bagi Fasilitas Kesehatan

Kegunaan Alat Kesehatan Defibrillator bagi Fasilitas Kesehatan

November 10,2015

Era digital dan modernisasi saat ini tidak hanya berdampak terhadap banyak hal. Kemajuan tersebut bahkan berdampak positif terhadap peningkatan performa perangkat medis seperti misalnya alat defibrillator yang banyak digunakan bagi pasien yang terkena serangan jantung. Perlengkapan tersebut bahkan kini dapat anda miliki melalui e-katalog alat kesehatan yang dapat anda temukan secara online yang khusus menjual berbagai macam jenis perlengkapan medis.

Alat ini merupakan perlengkapan yang wajib dimiliki oleh setiap fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Klinik dan sebagainya. Sejarah singkat dari alat tersebut yakni pertama kali dikenalkan pada tahun 1899 oleh dua orang yang bernama Jean Louis Prevost dan Frederic Batelli yang juga merupakan dua ahli fisiologi dari Universitas of Geneva, Swiss.

Defibrilator merupakan stimulator detak jantung yang menggunakan aliran listrik bertegangan tinggi untuk memulihkan pasien yang terkena serangan jantung. Jenis External Defibrillator Otomatis dapat digunakan melalui cara pengimplanan atau penanaman pada tubuh ataupun dapat juga digunakan sebagai alat eksternal biasa. Perlengkapan tersebut saat ini sudah menjadi perangkat integral dalam masyarakat maupun komunitas medis.

Jenis implant defibrillator bahkan biasa digunakan untuk pasien yang memiliki tingkat resiko yang tinggi mengalami ventricular fibrillation. Alat tersebut mampu menyimpan rekaman sinyal jantung dari si pasien serta data diagnostik pasien.  Bahkan alat tersebut memiliki lebih dari 30 juta transistor dan menyalurkannya kurang dari 20 micro ampere selama beroperasi.

Ada dua jenis kategori alat tersebut yang saat ini umum digunakan di dunia medis, dan anda pun dapat menemukannya melalui e-katalog alat kesehatanmelalui sistem pembelian online. Jenis pertama adalah defibrillator AC atau alternating current, jenis yang satu ini merupakan tipe pertama yang dikenal oleh dunia. Perlengkapan medis jenis AC ini memiliki penggunaan arus listrik 5 sampai 6 ampere dengan frekuensi 60Hz yang nantinya akan dipasangkan pada dada pasien. Sedangkan untuk tipe yang kedua adalah jenis DC yang memiliki perbedaan cukup prinsipil antara keduanya dimana bentuk dari gelombang yang diberikan pada korban atau pasien. Keuntungan dari jenis DC ini adalah mampu untuk mengurangi resiko efek kerusakan pada jantung karena timbulnya fibrillasi ventrikel.

Bagi anda yang memiliki fasilitas kesehatan dan tengah membutuhkannya, ada baiknya untuk melakukan pencarian melalui e-katalog alat kesehatanmelalui internet. Penggunaan yang umum terhadap alat yang satu ini pada fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit adalah untuk memberikan sebuah rangsangan berupa arus listrik pada sel-sel ventrikuler jantung.

Dengan demikian, pasien atau korban akan memiliki kesempatan untuk mampu melewati masa kritis secara bersamaan dan diharapkan alat tersebut pun mampu untuk menggerakan jantung sehingga kembali memompa darah ke seluruh tubuh.

 

 

Sumber:

- pemelihaaran.blogspot.co.id/2014/05/tentang-alat-defibilator.html

- explainthatstuff.com/defibrillators.html