Home  > News > Defribilator: Sang Penyambung Nyawa

Defribilator: Sang Penyambung Nyawa

October 1,2015

Selama beberapa dekade sengatan listrik menjadi salah satu pengobatan yang efektif untuk fibrilasi ventrikel. Proses pengobatan tersebut disebut defibrilasi. Defibrilasi adalah proses dimana perangkat elektronik memberikan kejutan listrik ke jantung, sehingga membantu membangun kembali ritme kontraksi jantung yang normal, yang sebelumnya memiliki gangguan seperti disaritmia atau serangan jantung. Defibrilasi merupakan tidakan utama yang disertai resusitasi pada pasien dengan masalah Fibrilasi Ventrikel (VF) dan VT non-pulse.

Mekanisme defibrilasis ecara umum adalah memberikan energi dalam jumlah besar pada waktu singkat melalui pedal (positif dan negatif) yang diberikan dengan cara ditekankan pada dada atau melalui adhesive pads yang ditempelkan pada sensing dada pasien. Proses depolarisasi terjadi pada semua miokard akibat aliran listrik yang sangat singkat dan menyebabkan berhentinya aktivitas listrik pada jantung (asystole).

Pada saat terjadinya asystole, sel pacemaker akan mengalami proses repolarisasi secara spontan.  Siklus depolarisasi dan repolarisasi sel-sel pacemaker inilah yang memungkinkan jantung mengkoordinasi miokard  untuk memulai kontraksi kembali.

Dalam beberapa tahun terakhir defibrilator portabel dalam bentuk kecil telah tersedia yang disebut Eksternal Defibrilator Otomatis/Automatic External Defibrilator (AED).  AED dapat digunakan dengan cara ditanam dalam tubuh (implan) maupun digunakan secara ekternal biasa.

American Heart Association merekomendasikan bahwa AED tersedia dimana pun terutama di tempat umum yang ramai, termasuk bandara, pusat bangunan industri besar, kantor bertingkat tinggi, fasilitas kebugaran kesehatan besar, dan lainnya. Selain itu, perlunya tersedia personil terlatih yang telah diizinkan untuk menggunakan defibrilator dengan baik ketika menemui korban serangan jantung, baik rumah sakit dan non-rumah sakit.

American Heart Association (AHA) menyarankan agar defibrilasi segera diberikan kepada pasien yang menunjukan gambaran VT non-pulse atau VF (≤ 3 menit untuk rumah sakit  dan waktu ≤ 5 menit atau untuk luar rumah sakit). Peran aktif penolong atau tenaga kesehatan untuk kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan pasien bertahan terbukti meningkat.

Defibrilator merupakan golongan alat kesehatan yang digolongkan sebagai support life, karena fungsinya yang mendukung hidup manusia yang mengalami kegagalan fungsi organ vitalnya. Dan, pada umumnya defibrillator masuk ke dalam e-katalog alat kesehatan,  begitu juga dengan e-katalog alat kesehatanyang dikeluarkan oleh  Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam e-katalog alat kesehatantersebut defibrillator masuk dalam kategori OK dan ICU karena defibrillator adalah alat kesehatan yang dibutuhkan segera dan darurat.

 

 

Sumber:

- bhf.org.uk/heart-health/nation-of-lifesavers/using-defibrillators

- mayoclinic.org/tests-procedures/implantable-cardioverter-defibrillator/basics/definition/prc-20015079

- heart.org/HEARTORG/Conditions/Arrhythmia/PreventionTreatmentofArrhythmia/Defibrillation_UCM_305002_Article.jsp  

- katalog.lkpp.go.id/e-katalog-alkes/