Home  > News > Mengetahui Fungsi Spirometri

Mengetahui Fungsi Spirometri

May 23,2016

Era globalisasi menimbulkan dampak yang tidak sedikit bagi kehidupan manusia, salah satunya pencemaran lingkungan baik tanah, air maupun udara. Pencemaran ini pun akan berpengaruh pada kualitas hidup manusianya salah satunya polusi udara yang ditimbulkan akibat proses pembakaran maupun pengolahan yang tidak sempurna dan hal ini yang akan menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan manusia.

Kebanyakan orang memang akan menganggap hal ini adalah hal yang biasa namun ada kalanya sistem kekebalan tubuh akan menurun dan menjadikan gangguan ini lebih parah dan dapat membahayakan kesehatan Anda. Lalu apa yang seharusnya dilakukan dan alat kesehatan yang tepat untuk menunjang pemeriksaan tersebut?

Segera memeriksakan diri adalah hal yang utama dilakukan, lalu dokter akan mendiagnosis penyakit yang terjadi dalam tubuh Anda dengan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti halnya pemeriksaan dengan Spirometri. Spirometri merupakan alat kesehatan sederhana yang digunakan untuk mengukur volume udara dalam paru selain itu alat ini juga berfungsi untuk mengukur volume statik dan volume dinamik paru, mengevaluasi dan memonitor penyakit yang berhubungan dengan paru dan jantung.

Spirometri merupakan pemeriksaan wajib untuk diagnosis dan monitor penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) dan asma. Di samping itu pemeriksaan ini juga digunakan sebagai penilaian awal untuk mendeteksi adanya PPOK pada perokok.

Persiapan pemeriksaan yang perlu dilakukan dengan menggunakan alat kesehatan ini antara lain, adanya operator atau petugas kesehatan, persiapan alat spirometri yang setidaknya telah dikalibrasi miminal satu kali seninggu, persiapan subjek atau pasien yang harus bebas rokok minimal 2 jam sebelumnya, tidak makan terlalu kenyang, tidak berpakaian terlalu ketat, penggunaan obat pelega napas terakhir 8 jam sebelumnya untuk aksi singkat dan 24 jam untuk aksi panjang dan yang terakhir kondisi lingkungan atau ruang pemeriksaan dengan sistem ventilasi yang baik dan suhu udara antara 17 – 40 0C.

Bagi yang telah didiagnosis, pemeriksaan ini pun masih penting untuk dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit apakah terjadi perbaikan atau justru memburuk. Selain itu alat kesehatan ini biasanya digunakan pada pasien yang menjalani medical chek-up sebagai screening dini, lalu pada pasien yang menderita asma, pasien dengan riwayat merokok, pasien dengan lingkungan kerja yang terpapar oleh polusi udara, pasien yang akan melakukan prosedur operasi dan anastesi umum, dan terakhir pada pasien yang telah mengalami gejala batuk berulang tanpa adanya infeksi paru.

 

 

Sumber:

- bunda.co.id/rsubundamargonda/spirometri/

- klikparu.com/2013/01/spirometri.html